
Sebegitu kerennya film Batman yang terakhir ini, sampe di dalam forum-forum banyak yang membahasnya. Saya tidak mau kalah, this is my review and opinion for the awesome movie.
Sebelum “The Dark Knight” resmi dirilis di Bioskop-bioskop di seluruh dunia, demam “The Dark Knight” telah merajarela di Internet. Dengan Viral marketingnya yang merupakan salah satu terobosan baru di bidang Marketing, “The Dark Knight” (TDK) dengan sukses telah mencuri perhatian para kutu-kutu Internet terlebih dahulu. Website Rotten Tomatoes memberikan rating di atas 90% untuk film ini.
TDK merupakan sekuel dari Batman begins. Salah satu serial Superhero yang di RESET ulang dengan fenomenal. Setelah sukses dengan Batman Begin, TDK melanjutkan kisah si kelelawar berotot di kota Gotham. Dan tentu saja TDK kembali dengan sutradara dan pemeran utama yang sama. Siapa yang tidak mengenal Christian Bale dalam film “The Machinist”? Siapa yang tidak mengenal Ledger dalam Broke Back Mountain?
Bale menghidupkan dua karakter dalam TDK, Bruce Wayne yang playboy dan gemar memanfaatkan kekayaannya. Dan Batman yang merupakan sisi liar dari Bruce Wayne yang haus akan keadilan dan juga pelarian dari masa lalu nya yang menyedihkan. Tidak ada yang lebih menakutkan bagi Batman ketika musuh-musuhnya menyewa Joker untuk meneror dan membunuhnya. Apa yang bisa Batman lakukan jika Joker memancingnya untuk melanggar sumpahnya sendiri “untuk tidak membunuh” sementara Joker harus dihentikan selamanya? Dan di satu sisi Bruce harus rela kehilangan wanita yang dicintainya ke tangan seorang Jaksa baru Harvey Dent. Apa yang Batman bisa lakukan?
Di awal film, saya terkejut melihat adanya AGENT MAHONE sebagai sekuriti Bank dengan shotgun. Siapa yang tidak mengenal Agent Mahone dalam serial tv Prison Break. Kangen rasanya melihat Mahone yang cerdas dan tegar tetapi tetap terselimuti bayang-bayang masa lalu. Saya berharap Mahone (saya lupa nama aslinya) akan mendapatkan peran lain di seri Batman berikutnya.
Dari awal ketika Joker mendatangi Mafia dan tersenyum, detik itu juga saya merasa ketakutan! Untuk pertama kalinya setelah era Hannibal dan Silence of The Lamb, akhirnya saya menemukan tokoh Villain yang bisa membuat saya terpaku terkejut di kursi bioskop.
“A magic trick? Well, let me show you, I’ll make this pencil DISAPPEAR!”
And it was Crazy!!
Untuk pertama kalinya sosok Villain mencuri perhatian semua orang dari si super hero sendiri. Saya seperti menunggu-nunggu scene dimana Joker akan muncul lagi dan menakuti semua orang. Cara Joker memberikan banyak PAUSE dalam kalimatnya, permainan kata yang cantik, intonasi suara yang sempurna, dan mimik muka yang murni, membuat Joker semakin mengerikan. Saya yakin tidak akan ada lagi yang ingat kalau Joker merupakan tokoh yang lucu dan berwarna-warni dan gampang sekali ditaklukan oleh Batman dengan tinju supernya, Joker yang lama lebih seperti Badut pintar.
Joker dalam TDK adalah Joker yang psikopat, cerdas, menawan dan Mengerikan.
Mungkin saja Joker di film ini terasa luar biasa karena diselimuti oleh tragedi kematian Ledger. Tetapi walaupun Ledger masih hidup sampai sekarang, saya tetap yakin kalimat pertama yang keluar dari mulut saya setelah credit title TDK muncul adalah. “Anjirr JOKER-nya sumpah keren!” Dan melangkah keluar bioskop dengan senyum selebar Joker.
My Rating : Superbly AWESOME! 9,99999 out of 10.
My fave quote:
The Joker: [to Batman] I think you and I are destined to do this forever.
The Joker: [Holding a knife inside Gamble’s mouth] Do you want to know how I got these scars? My father was…a drinker…and a fiend. One night he goes off crazier than usual, and Mommy picks up a kitchen knife to defend herself. Well, Daddy doesn’t like that. Not. One. Bit. So, me watching, he takes the knife and slices her up, laughing as he does it. And then he looks at me standing there, and says, “Why…so…serious?” And as he’s walking over to me: “Why…so…serious?” And then he puts the knife in my mouth, like this, and says, “Let’s put a *smile* on that face!”
The Joker: I’m not crazy.
[pause]
The Joker: I’m *not* crazy.
calon sahabatmu
hafizh

Tidak ada komentar:
Posting Komentar